Petrus Selestinus: Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Kebiri Harus Direvisi

Editor | Selasa, 28/Des/2021 12:25 WIB
Advokat senor Petrus Selestinus (kedua kiri) dalam diskusi publik bertajuk “Sanksi Pidana Kebiri pada Kejahatan Seksual” di Kampus Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 Desember 2021. Foto: RKNMedia.com

RKNMedia.com - Pengacara senior Petrus Selestinus mengusulkan adanya revisi aturan terkait tata cara pelaksanaan hukuman kebiri kepada pelaku kejahatan seksual. 

Menurut Petrus Selestinus, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 Tata Cara Pelaksanaan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak atau PP Hukuman Kebiri masih perlu disempurnakan agar dapat diterapkan secara efektif. 

Hal itu disampaikan Petrus Selestinus saat berbicara dalam diskusi publik bertajuk “Sanksi Pidana Kebiri pada Kejahatan Seksual” di Kampus Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 Desember 2021. 

Petrus Selestinus mengungkap penerapan hukuman kebiri kepada pelaku kejahatan seksual belum dapat dilaksanakan secara efektif karena dinilai melanggar asas-asas atau etika profesi kedokteran.  

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Daeng M. Faqih, dalam diskusi publik tersebut mengatakan etika kedokteran tidak mengizinkan seorang dokter atau tenaga kesehatan bertindak sebagai algojo atau eksekutor hukuman. Sehingga pelaksanaan sanksi pidana kebiri belum bisa diterapkan.

Menurut Petrus Selestinus, ketika Presiden menerbitkan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebenarnya menunjukkan kondisi dalam keadaan darurat. Namun, ia menyayangkan penerbitan peraturan pemerintah sebagai pelaksanaan dari Perppu tersebut sangat lama. 

“Ini ada apa? Apakah ini hanya pencitraan?” kata Petrus.

Ia mengusulkan perlu melibatkan para dokter sejak awal penindakan kasus kejahatan seksual.

"Jadi, dokter tidak hanya diatur pada saat pelaksanaan hukuman kebiri,” ujar Petrus.***



TAGS : Petrus Selestinus Hukuman kebiri diskusi publik yenti garnasih etika kedokteran universitas Pakuan Bogor

Baca Juga :

Related Post