Jelang Muktamar NU, Densus 88 Bekuk Teroris di Bandar Lampung

Editor | Kamis, 16/Des/2021 16:01 WIB
Ilustrasi Densus 88 kala menangkap teroris.

RKNMedia.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali membekuk teroris jaringan Jemaah Islamiyah di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengungkap teroris yang ditangkap bernama Para Denis. 

“Ditangkap di Jalan Yos Sudarso, Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Lampung sekitar pukul 15.50 WIB,” kata Aswin saat dikonfirmasi, Rabu 15 Desember 2021. 

Para Denis ditangkap bersamaan dengan sejumlah barang bukti antara lain satu unit sepeda motor, sejumlah kartu identitas, serta alat komunikasi.

Menurut Aswin, Para Denis masih satu kelompok dengan 4 tersangka teroris yang ditangkap di Sumatera Selatan (Sumsel).

Adapun sebelumnya Densus 88 juga telah menangkap 4 tersangka teroris jaringan di Sumsel. 

Para Denis diketahui ikut berperan dalam membahas peleburan struktur darurat JI dalam kegiatan Turbah di sebuah SDIT di Palembang.

Kemudian, ia juga diketahui pernah terlibat dalam menyembunyikan buron teroris lainnya yang bernama Ahmad Supriadi.

“Pada 14 November 2020, Para Denis (ditangkap) bersama Ahmad Febrianda alias Burhan mengantar (menyembunyikan) DPO Ahmad Supriadi (Lampung),” ungkapnya.

Sementara pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan berharap jelang Muktamar NU, Natal dan tahun baru keadaan aman dan kondusif. 

Menurut Ken, jaringan NII juga harus menjadi perhatian walau saat ini ketika masih di NII belum bicara aksi amaliyah teror. Masalahnya adalah mereka kini banyak yang berafiliasi bergabung dengan jaringan teroris seperti JI dan JAD.

"Doktrin NII menganggap saat ini adalah kondisi perang, namun realisasinya tidak terjadi perang sehingga akhirnya banyak yang keluar dari NII pindah ke JI dan JAD, " ungkap Ken Setiawan. 

Khusus di Lampung, bukan hanya jaringan ideologis, tapi ada jaringan biologis juga banyak yang merupakan turunan dendam masa lalu karena secara historis Lampung punya sejarah kelam yang dianggap mereka sebagai pembantaian umat Islam karena para aktifis NII diratakan aparat pada kasus Talangsari tahun 1989.***

‚Äč



TAGS : Teroris Densus 88 Lampung Ken Setiawan Kombes Aswin Siregar Jamaah Islamiyah NII

Baca Juga :

Related Post