Makin Panas ! Natalius Pigai, Rocky Gerung dan Adhi Massardi Bakal Dipolisikan Gegara Memfitnah Romo Benny

Editor | Jum'at, 26/Nov/2021 16:22 WIB
Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

RKNMedia.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, segera membuat laporan ke polisi terhadap Rocky Gerung, Adhi S Massardi dan Natalius Pigai. Petrus menyebut ketiganya sebagai komplotan pemfitnah stafsus Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo atau Romo Benny.

“Tiga orang ini telah fitnah Antonius Benny Susetyo Pr. Orang-orang ini harus diberi pelajaran, karena menuduh tanpa bukti Antonius Benny Susetyo, mencampuri urusan Majelis Ulama Indonesia, atau MUI,” kata Petrus Selestinus, Jakarta, Jumat, 26 Nopember 2021.

Rocky Gerung selama ini selalu berseberangan dengan pemerintahan Jokowi. Rocky Gerung juga mantan pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 kendati saat ini Prabowo telah menjadi Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Jokowi. Sedangkan Adhi S. Massardi merupakan mantan juru bicara Presiden Abdurachman Wahid atau Gus Dur (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001).

Natalius Pigai dikenal sebagai mantan anggota Komisioner Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012 – 2017. Setelah tak lagi menjadi anggota Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai selalu berpandangan negatif terhadap pemerintahan Jokowi.

Petrus Selestinus mengungkap, ketiganya menyerang pribadi Romo Benny berdasarkan postingan di akun twitter atas nama Antonius Benny Susetyo yang seakan-akan mencampuri utusan internal MUI. Padahal faktanya Romo Benny tak pernah ikut campur soal masalah internal organisasi ulama itu.

“Antonius Benny Susetyo Pr, mengalami musibah, akun twitternya dibajak orang lain. Sekarang tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak berwenang,” kata Petrus Selestinus.

Petrus Selestinus mengatakan Romo Benny memang sengaja tidak memberikan tanggapan, karena tidak ingin memperkeruh suasana. Ia menyayangkan sikap Rocky Gerung, Adhi S Massardi dan Natalius Pigau yang tidak meminta klarifikasi terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan di media massa. Tiga orang ini, menurut Petrus, hanya hidup dari menjual isu murahan yang bisa membuat masyarakat gaduh satu sama lain.

Pernyataan Natalius Pigai yang menyebut Romo Benny pernah dipecat KWI, lanjut Petrus Selestinus, adalah suatu kebohongan. Karena KWI tidak punya kewenangan memecat seseorang berstatus Imam atau Pastor seperti Romo Benny.

“Pihak yang berwenang pecat Antonius Benny Susetyo adalah keuskupan yang mengutus yang bersangkutan bertugas di KWI, di mana sekarang KWI menugaskannya untuk bekerja di BPIP,” ujar Petrus Selestinus.

Sebagai informasi, keberadaan MUI menjadi polemik setelah anggota Komisi Fatwa, Ahmad Zain An Najah, bersama Ahmad Farid Okbah dan Anung Al Hamat ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polisi Republik Indonesia di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Selasa dini hari, 16 November 2021.

Ahmad Zain An Najah, Ahmad Farid Okbah dan Anung Al Hamat, merupakan jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI) yang terlibat pengumpulan dana teroris lewat kotak amal di banyak masjid di Indonesia.

Ahmad Farid Okbah, merupakan mentor JI yang kerap berinteraksi dengan jaringan teroris Al Qaida di Afganistan. Densus 88 telah menangkap 14 orang lain yang diduga turut terlibat, sehingga keseluruhan menjadi 17 orang yang ditangkap.***



TAGS : rocky gerung romo benny staf khusus bpip natalius pigai fitnah adhi massardi petrus selestinus

Baca Juga :

Related Post