Diekspor ke Afrika, Apa Saja Keunggulan Sepeda Motor Listrik GESITS?

Editor | Sabtu, 30/Okt/2021 08:00 WIB
Presiden Jokowi menjajal sepeda motor listrik GESITS.

RKNMedia.com - Produsen motor listrik GESITS membeberkan sejumlah keunggulan yang dimiliki sepeda motor listrik GESITS, salah satunya masa garansi baterai yang mencapai tiga tahun.

"Kami memberikan satu baterai yang bagus dengan warranty tiga tahun, sehingga ketakutan customer dalam membeli motor listrik itu akan bisa dihapus," ujar GM Sales dan Marketing PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) Abdullah Alwi beberapa hari silam. 

Menurut dia, baterai merupakan komponen paling penting pada kendaraan listrik. Oleh karena itu, pihaknya ingin memberikan kepastian kepada para konsumen GESITS tentang keamanan dan daya tahan baterai melalui garansi dengan jangka waktu yang relatif panjang.

Abdul menyebut baterai yang digunakan sepeda motor GESITS telah dilengkapi teknologi battery management system (BMS), sehingga baterai relatif aman saat diisi daya kapan pun tanpa khawatir overcharge maupun korsleting listrik.

Selain itu, baterai tersebut juga telah dilengkapi sertifikasi tahan air IP67 sehingga aman ketika melintasi jalan yang tergenang air maupun banjir.

Baterai yang digunakan GESITS bertipe Li-NCM 72 Volt 20 Ah dengan daya mesin maksimal hingga 5.000 watt dan mampu menempuh jarak sejauh 50 KM.

Dengan daya yang besar, kata Abdul, para pengguna bisa tetap leluasa mengendarai GESITS meski membawa barang bawaan ataupun membonceng penumpang.

GESITS juga menawarkan kemudahan dalam pengisian daya. Abdul mengatakan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengisi baterai.

Pertama, dengan mengeluarkan baterai portabel dari motor, lalu menghubungkannya ke daya listrik menggunakan charger. Proses tersebut sama seperti mengisi baterai perangkat elektronik rumah tangga pada umumnya.

Kedua, kata dia, dengan langsung menghubungkan charger ke soket yang ada di sepeda motor tanpa perlu mengeluarkan baterai. Cara ini biasanya dipakai ketika melakukan pengisian baterai di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Abdul mengatakan terdapat dua mode pengisian daya baterai GESITS, yakni mode pengisian cepat dan mode pengisian normal.

"Fast charging 450 watt lama pengisian tiga jam, sedangkan normal charging 250 watt lama pengisian lima jam," kata dia.

Keunggulan lainnya, kata Abdul, yakni biaya operasional motor listrik GESITS yang relatif murah. Konsumsi listrik untuk pengisian penuh baterai hanya memakan biaya sekitar Rp2.000.

"Ini satu baterai 1,4 kWh. 1 kWh itu Rp1.444. jadi untuk jarak 50 KM mungkin listriknya sekitar Rp2.000. Kita 60 persen lebih irit daripada motor konvensional," ucap Abdul.

GESITS juga telah menggunakan 85 persen komponen yang diproduksi di dalam negeri. Adapun Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) GESITS saat ini sebesar 46,73 persen.

Lebih lanjut Abdul menambahkan bahwa pihaknya juga tengah mengembangkan aplikasi GESITS. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat memantau performa maupun status kondisi motor listrik.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Abdul berharap masyarakat dapat semakin percaya dan yakin untuk beralih ke sepeda motor listrik.

"Ini yang menjadi nilai tambah, bagaimana dunia akan lebih bersih, udara perkotaan akan lebih cerah, tidak ada polusi, suara hening. Lingkungan akan lebih indah pada waktunya nanti," ucap dia.

Sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu, Dubes RI untuk Senegal Dindin Wahyudin menyaksikan secara virtual acara pelepasan perdana ekspor motor listrik produksi anak bangsa, GESITS, ke Senegal yang diproduksi oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA).

Ekspor perdana motor listrik produksi PT PT WIMA tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan promosi motor GESITS yang dilakukan KBRI Dakar sebelumnya pada 8 Juni 2021 di Promenade de Thiessois, Thiès, Senegal.

“Realisasi ekspor perdana motor GESITS ke Senegal ini, tidak hanya langkah awal keberhasilan motor listrik Gesits di pasar Senegal, namun juga diharapkan dapat turut berperan sebagai faktor pendorong realisasi ekspor motor Gesits ke wilayah lainnya,” kata Duta Besar Dindin dalam keterangan tertulis dari KBRI Dakar. 

Menurut Dindin, peluang motor GESITs untuk masuk ke kawasan Afrika Barat masih terbuka lebar.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Pantai Gading telah mengumumkan akan menghentikan impor sepeda motor berbahan bakar fosil dalam waktu dekat.

Kebijakan itu, ujar Dindin, tentunya merupakan kesempatan bagi GESITS untuk lebih awal diperkenalkan kepada masyarakat di Pantai Gading.

KBRI Dakar dalam keterangan menjelaskan pengiriman pertama ini adalah sebanyak satu kontainer motor GESITS, lengkap dengan suku cadangnya. Jika tidak ada aral melintang, pengiriman tersebut akan tiba di Senegal pada akhir November 2021.

Momentum kedatangan motor GESITS tersebut, menurut keterangan itu, nantinya akan dimanfaatkan KBRI Dakar pada acara pameran dagang terbesar di Senegal (FIDAK) awal Desember 2021.

Pameran dagang itu akan dihadiri juga oleh para pembeli potensial dari negara-negara lain, khususnya dari wilayah Afrika Barat.***



TAGS : GESITS sepeda motor listrik Senegal Afrika ekspor Indonesia kendaraan listrik ramah lingkungan

Baca Juga :

Related Post