Miris, SMP Negeri di Manggarai Timur NTT Tak Punya Kelas dan Guru yang Layak

Editor | Kamis, 16/Sep/2021 16:42 WIB
Ilustrasi potret miris dunia pendidikan di Indonesia.

RKNMedia.com - Cerita miris di dunia pendidikan masih acap terjadi di negeri ini. Di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebuah SMP Negeri di Kecamatan Elar, belum memiliki fasilitas gedung sendiri untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar siswa.

Sekolah itu berdiri berdasarkan SK Bupati Manggarai Timur pada tahun 2013 dan diberi nama SMP Negeri 13.

Adanya SMP Negeri di daerah tersebut mulanya disambut suka cita warga Desa Sisir dan Desa Compang Soba lantaran adanya sekolah tersebut menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi anak anak di kedua desa.

Dalam pikiran warga, sekolah negeri merupakan sekolah milik negara yang dibiayai seluruhnya oleh pemerintah termasuk sarana dan prasarana sekolah.

Namun yang terjadi malah sebaliknya. Sejak berdiri hingga sekarang, sekolah ini dibiarkan berdiri tanpa ada fasilitas penunjang, seperti ruang kelas dan guru sebagai tenaga pendidik.

Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, para siswa menumpang di Sekolah Dasar Katolik Reho Linur. Kegiatan belajar mengajar pun dilakukan setelah anak SD pulang sekolah.

Prihatin dengan kondisi tersebut, warga di dua desa bergotong royong membangun ruangan seadanya agar para siswa bisa belajar. Pembangunannya pun dilakukan secara swadaya oleh warga desa. Untuk mencukupi kebutuhan tenaga pengajar, mereka mengangkat beberapa guru dengan gaji jauh dari layak.

Dikutip dari MetroTV pada Rabu 15 September 2021, seorang warga bernama David Dadu, mengungkap kekecewaannya pada Pemda Manggarai Timur yang tidak memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana SMPN 13 sejak kali pertama sekolah berdiri.

“Kami sangat kecewa karena dari sisi bantuan pemerintah, belum sepenuh berkenan di hati kami,” ungkapnya. 

Kondisi yang memprihatinkan ini, menurut Dadu, tak membuat warga berkecil hati. Mereka merasa kepedulian antar warga kian menguat karena karena kehadiran sekolah di wilayah itu memang sangat dibutuhkan.

“Kami membutuhkan sekolah ini, sehingga kami tetap pertahankan supaya sekolah ini tetap maju untuk genarasi anak kami ke depan,” jelas David.

Ia meminta pemerintah tidak menutup mata dan segera memberi perhatian penuh untuk sekolah ini.

Kepala Sekolah SMPN 13, Deisye Bawuna, angkat bicara soal kondisi sekolah yang dipimpinnya. Ia berharap aktivitas gotong royong masyarakat setempat, setidaknya membuka hati pemerintah untuk segera menunaikan tanggung jawab dengan menyediakan gedung sekolah beserta fasilitas penunjang pendidikan. ***



TAGS : manggarai timur ntt nusa tenggara timur dunia pendidikan sekolah rusak

Baca Juga :

Related Post