MK Menangkan Hengky-Lexi dalam Sengketa Pilkada Boven Digoel Papua

Editor | Rabu, 01/Sep/2021 20:00 WIB
Ketua Aliansi Pemuda Boven Digoel, Bernolfus Tingge.

RKNMedia.com - Mahkamah Konstitusi telah memutus sengketa pilkada Kabupaten Boven Digoel Papua dengan menguatkan kemenangan Hengky-Lexi sebagai Bupati-Wakil Bupati Boven Digoel periode 2021-2024 pada Selasa 31 Agustus 2021. Dalam putusannya, MK menyatakan hasil perhitungan suara KPUD Papua yang memenangkan pasangan Hengky-Lexi adalah sah.

"MK berwenang mengadili perkara a quo. Mengadili, menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima. Memutuskan sah keputusan KPU Papua tentang penetapan rekapitulasi pilkada ulang tertanggal 24 Juli 2021," ujar Ketua MK Anwar Usman dalam sidang yang disiarkan di channel YouTube MK, Selasa 31 Agustus 2021.

Atas Putusan MK ini, tokoh pemuda Boven Digoel memberikan apresiasi dan berharap agar KPU segera melakukan penetapan dan melantik pasangan Hengky-Lexi.

"Tentu saja kami memberikan apresiasi atas putusan MK ini yang sudah final dan mengikat. Terus terang Pilkada Boven Digoel ini memang sangat menguras energi sehingga dengan adanya putusan MK ini sudah tidak ada ruang lagi untuk menimbulkan masalah baru. Dan tentu saja kami juga sampaikan selamat untuk pasangan yang menang yaitu Hengky-Lexi," ungkap Ketua Aliansi Pemuda Boven Digoel Bernolfus Tingge saat memberi keterangan pada wartawan seusai putusan MK.

Menurut Bernol, panggilan Bernolfus Tingge, adanya putusan MK ini maka seluruh persoalan Pilkada Boven Digoel sudah berakhir. Masyarakat dan pasangan calon juga harus menerima putusan MK dengan lapang dada.

"Kita akhiri semua konflik. Mari sama-zama kita dukung pemerintahan yang baru. Kita rajut lagi persaudaraan di antara kita agar sama-sama membangun Boven Digoel ke depan," ucapnya.

Akibat konflik pilkada, pemerintahan Boven Digoel tidak berjalan optimal bahkan pincang. Dia berharap dengan adanya pemimpin yang defenitif maka perbaikan bisa segera dilakukan.

"Maka itu kami juga dorong KPU agar langsung membuat agenda penetapan untuk selanjutnya diusulkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih," pungkasnya.

Sebagai informasi, awalnya pilkada Kabupaten Boven Digoel pada Desember 2020 diikuti oleh empat pasang calon yaitu:

1. Hengky Yaluwo - Lexi Romel Wagiu

2. H Chaerul Anwar Natsir - Nathalis Belarmunus Kaket

3. Martinus Wagi, SP - Isak Bangri

4. Yusak Yaluwo, SH MSi - Yakob Weremba

Pada putaran pertama pilkada, pasangan Yusak Yaluwo, SH MSi - Yakob Weremba meraih 16.319 suara dan menjadi pemenang.

Namun, hasil penghitungan suara itu digugat ke MK dan dikabulkan. Sebab, Yusak terbukti merupakan mantan terpidana yang belum lewat 5 tahun seperti syarat undang-undang. Alhasil, MK memutuskan memerintahkan KPU Provinsi Papua selaku KPU Kabupaten Boven Digoel melakukan pemungutan suara ulang dalam jangka waktu paling lama 90 hari.

Setelah digelar pemilihan ulang, hasilnya pun kembali digugat ke MK. Kali ini dilakukan oleh pasangan Marthinus Wagi-Isak Bangri dengan alasan KPU menggelar pilkada tidak sesuai aturan yang berlaku. Namun MK memenangkan pasangan Hengky-Lexi. ***



TAGS : pilkada papua boven digoel mahkamah konstitusi pasangan hengky-lexi Bernolfus Tingge aliansi pemuda boven digoel

Baca Juga :

Related Post