Pengamat: Tak Perlu Campuri Urusan Internal Afghanistan, Lebih Penting Cegah Generasi Muda dari Radikalisme

Editor | Kamis, 26/Agu/2021 17:48 WIB

RKNMedia.com - Kelompok Taliban telah menguasai ibu kota kabultermasuk istana presiden Afghanistan sejak Minggu, 15 agustus 2021. Taliban menduduki istana kepresidenan tak lama setelah mantan Presiden Ashraf Ghani kabur meninggalkan negaranya.

Kemenangan Taliban menguasai afghanistan diapresiasi mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

JK menilai pengambilalihan pemerintahan oleh Taliban berlangsung damai. Taliban juga dianggap akan lebih moderat dalam menjalankan roda pemerintahan termasuk perlakuan terhadap kaum perempuan.

JK menyebut Taliban tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di afghanistan. Ia optimistis pemerintah Indonesia tidak akan memutus hubungan diplomatik dengan Afghanistan kendati pemerintahan sekarang dikuasai Taliban.

Namun pengamat terorisme, Islah Bahrawi menyebut kemenangan Taliban merebut pemerintahan dan sebagian besar wilayah Afghanistan, akan berpengaruh pada radikalisme di Indonesia.

Menurut Islah, kemenangan Taliban akan menjadikan kelompok radikal seolah-olah menemukan gairah baru untuk membangkitkan kembali radikalisme di negeri ini.***



TAGS : jk jusuf kalla taliban pengamat terorisme islah bahrawi radikalisme afghanistan mantan wakil presiden ri

Baca Juga :

Related Post