Ini Ciri-ciri Virus Corona Varian Delta yang Perlu Kita Ketahui

Editor | Senin, 19/Jul/2021 19:33 WIB
Virus corona varian delta.

RKNMedia.com - Salah satu virus Corona varian baru yang cukup mengkhawatirkan adalah varian Delta yang pertama kali ditemukan di India, dan kini sudah menyebar hingga Indonesia.

Ciri-ciri virus Corona varian baru Delta ini berbeda dari virus Corona pertama yang berasal dari Wuhan, China. Karakteristiknya disebut lebih cepat dan kuat dibandingkan virus Corona sebelumnya. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa virus corona baru varian Delta adalah hasil dari perubahan gen virus yang bereplikasi. Ia lalu bermutasi dari materi genetiknya.

Berikut ini yang harus kita ketahui tentang virus corona varian baru Delta, dirangkum dari berbagai sumber. 

- Ciri-ciri virus Corona varian baru Delta juga bisa dikenali dari gejala yang ditimbulkan. Orang terinfeksi COVID-19 jenis ini umumnya mengalami sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, batuk dan kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa atau istilah medisnya anosmia.

- Varian Delta terbukti lebih menular dibandingkan virus induk atau aslinya. Public Health England melaporkan di Inggris ada lebih dari 42 ribu kasus virus corona varian Delta ditemukan dan peningkatan kasusnya naik dengan cepat.

- Masih berdasarkan data dari Public Health England, ciri-ciri virus corona varian baru Delta ini 50 persen lebih menular ketimbang varian lainnya, termasuk varian Alpha. Waktu penggandaannya berkisar antara 4,5 hingga 11,5 hari. WHO bahkan menyebut varian ini merupakan virus Corona yang paling cepat dan 'sehat'.

- Varian Delta bisa menular dari satu manusia ke 3,5 sampai 4 manusia lainnya apabila mereka berada di lingkungan minim udara, belum divaksinasi dan tidak mengenakan masker. Sementara virus induknya 'hanya' berisiko satu orang menulari 2,5 orang lainnya.

- Sejumlah peneliti masih mencari bukti dan data untuk tahu seberapa berbahayanya virus Corona varian Delta. Namun berdasarkan pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit di Inggris, varian Delta cenderung membuat orang yang tertular lebih berisiko dirawat inap hingga 2,61 kali. Terutama pada individu yang belum divaksinasi. 

- Varian Delta juga memungkinkan peningkatan risiko gejala berat sehingga membuat penderita yang terinfeksi virus ini harus menggunakan alat bantu napas seperti ventilator. Peningkatan risikonya bisa mencapai 1,67 kali lebih tinggi.

- Jika virus Corona yang ditemukan di China lebih berisiko menginfeksi lansia, varian Delta justru sebaliknya. Seperti dilansir WebMD, Yale Medicine melaporkan bahwa anak-anak dan masyarakat usia muda yang belum divaksinasi COVID-19 lebih rentan tertular varian ini. Orang dewasa di bawah usia 50 tahun 2,5 kali lebih berisiko tertular virus Corona varian baru Delta. ***



TAGS : corona covid-19 varian delta

Baca Juga :

Related Post