Dialog Khusus: Masyarakat Harus Gunakan Nalar untuk Melawan Covid-19

Editor | Sabtu, 17/Jul/2021 03:25 WIB
Budayawan Putu Fajar Arcana.

RKNMedia.com - Indonesia kembali mencatatkan kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia pada Kamis 15 Juli 2021. Jumlahnya menembus 54.000 kasus harian. 

Menurut data statistik Worldometer, setelah Indonesia, urutan kedua kasus terbanyak ditempati oleh Brasil dengan 45.094 angka positif. Kemudian disusul Spanyol dengan 43.960 kasus.

Sementara India yang beberapa waktu lalu mengalami lonjakan parah corona berada di urutan keempat dengan 40.215 kasus.

Indonesia terus mencatat kenaikan infeksi Covid-19 hingga mencetak rekor kasus tertinggi dalam beberapa hari berturut-turut.

Banyaknya kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia tentu membetot perhatian banyak pihak. Pemerintah bahkan memperpanjang PPKM Darurat hingga akhir Juli 2021 demi menurunkan kasus harian Covid-19 di Jawa-Bali.

Mobilitas masyarakat yang masih tinggi ditengarai sebagai naiknya kasus harian Covid-19 kendati pemerintah berupaya membatasi mobilitas masyarakat. 

Budayawan Putu Fajar Arcana mengungkapkan kultur masyarakat Indonesia yang komunal membuat pemerintah kesulitan untuk membatasi mobilitas warga. 

Menurut Arcana, dalam Dialog Khusus di kanal youtube RKN Media dengan Benny Susetyo, kasus Covid di negara-negara Barat lebih mudah ditangani dibanding Indonesia karena masyarakatnya yang lebih banyak menggunakan nalar atau logika.
Sehingga mereka lebih disiplin dalam menjalan prokes. Masyarakat di sana juga percaya vaksinasi sebagai salah satu upaya meredam virus Covid-19. 

Putu Arcana mengatakan masyarakat harus mau berkorban untuk mengatasi pandemi ini dengan banyak tinggal di rumah. 

"Ini saatnya kita berkorban sebentar, untuk tidak bertemu orang lain dan berkumpul, meski untuk masyarakat komunal seperti di Indonesia itu sulit. Karena berkerumun itu sudah menjadi kebiasaan," ujarnya. ***



TAGS : Nalar putu fajar arcana benny susetyo dialog khusus

Baca Juga :

Related Post